Rabu, 15 Februari 2012

kisi-kisi

KISI-KISI SOAL UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL

TAHUN PELAJARAN 2011/2012
A.    Sekolah Dasar (SD)
No.
Standar Kompetensi Lulusan
Kemampuan yang Diuji
Indikator
No Soal

1
Menyebutkan, menghafal, membaca dan mengartikan surat-surat pendek dalam Al-Qur’an, mulai surat Al-Fatihah sampai surat Al-‘Alaq

Mengartikan QS Al-Hujurat ayat 13
Disajikan surat Al Hujurat ayat 13 dan artinya, peserta didik  dapat menunjukan perilaku  terpuji  dalam kehidupan bermasyarakat   

          1
Mengartikan  QS Al Maidah : 3 dengan Benar
Disajikan kutipan surat Al Maidah ayat 3 dan artinya, peserta  didik dapat menyimpulkan isi kandungannya

          2

Mengartikan QS Al Kautsar dengan benar
Disajikan  salah satu ayat surat al Kautsar dan artinya,  peserta didik dapat mengartikan kata yang digaris bawahi

          3

Membaca Q.S.Al-Fatihah dengan lancar
Disajikan salah satu ayat surat Al Fatihah, peserta didik dapat   menjelaskan  artinya
        
          4

Mengartikan QS Al-Lahab dan Al
Kafirun
Disajikan salah satu ayat surat Al Kafirun, peserta didik dapat  menunjukan artinya

          5

Membaca QS Al-Lahab dan Al-Kafirun
Disajikan  surat Al Lahab yang tidak  lengkap, peserta didik  dapat melengkapi  dengan tepat   
          6

Membaca QS Al Ikhlas dengan lancar
Disajikan salah satu ayat surat Al Ikhlas, peserta   didik mampu menjelaskan hukum bacaan yang bergaris bawah.  
          7
Membaca QS An Nashr dengan lancar
Disajikan beberapa ayat Alquran, peserta didik dapat memilih salah satu ayat surat An Nashr dengan tepat     
         8         
Membaca QS Al-Qadr dan QS Al ‘Alaq   ayat 1 - 5
Disajikan beberapa ayat Alquran, peserta didik dapat mengidentifikasi salah satu ayat surat Al Qadar.  
        9
Disajikan salah satu ayat surat Al-Alaq, peserta didik dapat menentukan hukum bacaan yang digaris bawahi
      10
Mengartikan QS Al Maun dengan   benar
Disajikan salah satu ayat surat Al Maun, peserta didik dapat menentukan arti ayat tersebut
      11
Membaca QS Al Fiil dengan lancar

Disajikan beberapa ayat al- Qur`an, peserta didik dapat menentukan salah satu ayat surat Al Fiil
      12
2
Mengenal dan meyakini aspek-aspek rukun iman dari iman kepada Allah sampai iman kepada Qadha dan Qadar

Menunjukkan keyakinan terhadap Qadha dan Qadar

Disajikan kisah tentang kehidupan seseorang, peserta didik dapat menunjukkan contoh sikap menerima Qadar
      13
Menyebutkan nama-nama Hari Akhir
 Disajikan peristiwa tentang Hari Akhir, peserta didik dapat menyebutkan nama Hari Akhir yang sesuai dengan peristiwa tersebut

      14
                        
Menyebutkan nama-nama Malaikat
Disajikan narasi tentang tugas Malaikat, peserta didik dapat menyebutkan nama Malaikat dengan benar
      15
Menjelaskan al Qur’an sebagai kitab suci terakhir
Disajikan beberapa pernyataan berkaitan dengan kitab suci, peserta didik dapat menunjukkan fungsi al Quran sebagai kitab suci terakhir
      16
Menunjukkan contoh-contoh Qadha dan Qadar
Disajikan bebeapa kejadian tentang kehidupan manusia, peserta didik dapat memilih contoh kejadian yang sesuai dengan Qadha
      17
Disajikan narasi tentang kisah kehidupan manusia, peserta didik dapat memilih contoh pernyataan yang sesuai dengan Qadar.
      18
Menyebutkan sifat Jaiz Allah SWT
Disajikan narasi tentang sifat Jaiz allah SWT, peserta didik dapat menyebutkan sifat Jaiz Allah SWT
      19
Menyebutkan nama-nama Rasul yang menerima Kitab Allah SWT
Ditampilkan nama-nama Rasul dan kitab melalui tabel yang belum lengkap, peserta didik  dapat melengkapi dengan benar
      20
Menyebutkan nama-nama Rasul Allah SWT
Disajikan kisah tentang suatu peristiwa, peserta didik dapat menentukan nama Rasul yang sesuai dengan peristiwa tersebut.
      21
Menjelaskan tanda-tanda Hari Akhir
Disajikan narasi tentang suatu peristiwa, peserta didik dapat menentukan Hari Akhir yang sesuai dengan peristiwa tersebut.
      22
3
Menceritakan kisah nabi-nabi serta mengambil teladan dari   kisah tersebut dan menceritakan kisah tokoh orang-orang tercela dalam kehidupan nabi
Menceritakan kisah Perilaku masa kanak-kanak Nabi Muhammad SAW
Disajikan cuplikan kisah Nabi Muhammad SAW, peserta didik dapat menyebutkan orang yang membimbing Nabi Muhammad SAW

     23
Disajikan cuplikan kisah Nabi Muhammad, peserta didik dapat mengemukakan nama salah seorang Keluarga Nabi Muhammad SAW.
      24
Menceritakan kisah Nabi Ibrahim AS
Disajikan kisah Nabi Ibrahim  AS, peserta didik dapat menentukan   hikmah yang berhubungan dengan sikap sosial.
     25
Menceritakan kisah Nabi Ayyub AS
Disajikan beberapa pernyataan, peserta didik dapat menentukan kejadian pada masa Nabi Ayyub  AS.

     26
Menceritakan kisah Nabi Musa  AS
Disajikan beberapa kisah, peserta didik dapat menentukan  kejadian pada masa nabi Musa AS
       27
Menceritakan kisah Khalifah Umar Bin Khatab
Disajikan kisah khalifah Umar Bin Khatab RA , peserta didik dapat menentukan  sifat  terpuji  

       28
Menceritakan perilaku Abu Lahab dan Abu Jahal
Disajikan melalui narasi peserta didik dapat mengidentifikasi Perilaku Abu Lahab terhadap Nabi Muhammad SAW
       29
Menceritakan perjuangan kaum  Muhajirin dan kaum Anshar
Disajikan melalui cerita peserta didik dapat menyimpulkan  perjuangan Kaum Muhajirin yang berkaitan karakter sosial


       30
4
Berperilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari serta  menghindari perilaku tercela

Meneladani perilaku masa kanak-kanak  Nabi Muhammad SAW
Disajikan kisah nabi Muhammad SAW pada masa kanak- kanak, peserta didik dapat menunjukkan perilaku terpuji

       31
Meneladani perilaku kegigihan perjuangan kaum Muhajirin dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan peserta didik
Disajikan narasi tentang kegigihan perjuangan kaum Muhajirin, peserta didik dapat menunjukkan perilaku terpuji

       32
Meneladani perilaku tolong-menolong kaum Anshar dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan peserta didik
Disajikan narasi tentang perilaku kaum Anshar, peserta didik dapat menunjukkan perilaku terpuji
       33
Menghindari perilaku dengki seperti
 Abu Lahab dan Abu Jahal
Disajikan narasi tentang kehidupan sehari-hari, peserta didik dapat menentukan cara menghindari perilaku dengki
       34
Menghindari perilaku bohong seperti
 Musailamah Al Kadzab
Disajikan   kasus dalam kehidupan sehari-hari,  peserta didik  dapat menentukan cara menghindari perilaku bohong
       35
 Meneladani perilaku taubatnya Nabi
 Adam AS       
Ditampilkan beberapa kasus tentang kehidupan seseorang yang berperilaku dosa, peserta didik dapat menentukan peristiwa yang relavan dengan sikap bertaubat.  
       36
Meneladani perilaku Nabi Ibrahim AS
Disajikan  cerita tentang kehidupan nabi Ibrahim as, peserta didik dapat menunjukkan perilaku terpuji
       37
Meneladani perilaku Nabi Ayyub AS
Disajikan cerita tentang kehidupan nabi Ayyub AS, peserta didik dapat meneladani perilaku terpuji
       38         
5
Mengenal dan melaksanakan rukun Islam mulai dari bersuci (thaharah) sampai zakat serta mengetahui tata cara pelaksanaan ibadah haji

Menyebutkan rukun salat

Disajikan beberapa ketentuan salat,peserta didik dapat menunjukan rukun salat

       39
Membaca do’a setelah salat.
Disajikan lafadz doa setelah salat yang belum lengkap,peserta didik dapat melengkapi dengan benar.

       40
Menyebutkan syarat sah dan syarat wajib shalat

Disajikan beberapa ketentuan shalat , peserta didik dapat mengidentifikasi syarat sah shalat
       41
Menyebutkan ketentuan-ketentuan puasa ramadan

Disajikan beberapa ketentuan puasa, peserta didik dapat mengidentifikasi rukun puasa.
       42
Disajikan beberapa ketentuan puasa, peserta didik dapat menentukan sunnah puasa 
       43
Menyebutkan hikmah puasa
Disajikan  melalui narasi tentang puasa, peserta didik dapat menentukan salah satu hikmah puasa
      
       44
Melafalkan lafal adzan dan iqomah.
        
Disajikan salah salah satu lafal iqomah,pesrta didik dapat mengartikan lafal tersebut.

       45
Disajikan lafal adzan yang belum lengkap,peserta didik dapat
melengkapi dengan benar.
       46
Melaksanakan taraweh dibulan ramadhan
Disajikan melalui narasi tentang salat tarawih,peserta didik dapat menentukan hikmah dalam pelaksanaannya
       47
Menyebutkan macam-macam zakat.
Disajikan beberapa pernyataan berkaitan dengan zakat,peserta didik dapat mengenal macam-macam zakat.
      48
Menyebutkan ketentuan zakat.
Disajikan melalui cerita tentang kasus zakat fitrah, peserta didik dapat menentukan ukuran zakat fitrah.

      49
Disajikan narasi tentang zakat,peserta didik dapat menunjukan contoh sikap empati terhadap yang membutuhkan
      50


Kisi-kisi

1. Barang siapa yang bersungguh - sungguh pasti ia akan berhasil

2. semangat

3. Rajin

4. Tidak putus asa

5. Ulet

Kamis, 24 November 2011

UJIAN AKHIR DINIYAH KELAS VI ( PRAKTEK DAN LISAN )

ASSALAAMU'ALAIKUM WR.WB.

PENGUMUMAN BUAT ANAK-ANAKKU KELAS VI ANGKATAN XIV
PELAKSANAAN UJIAN AKHIR DINIYAH ( PRAKTEK DAN LISAN ) INSYA ALLAH AKAN DILAKSANAKAN PADA BULAN DESEMBER 2012 MINGGU KE 2.....DENGAN MATERI:                
1. IBADAH : TAYAMUM, WUDHU, SHALAT,DZIKIR DAN PENGURUSAN JENAZAH
2. ALQUR'AN : TADARUS,TAJWID DAN HAFALAN MULAI DARI SURAT ANNABA S.D AN-NAS + AL MURSALAT,Al MULK,AL HAAQQAH, AL INSAAN DAN AL QIYAMAH (SMSTR 2)

ANAK-ANAKKU MOHON DIPERSIAPKAN YAH.....DAN GUNAKAN WAKTU LUANGMU UNTUK PRESTASIMU DIKELAS VI, BAPAK DO'AKAN SEMOGA BERHASIL DAN ALLAH SWT MEMBERIKAN KEMUDAHAN KEPADA KITA SEMUA....AMIIIN.

KALAU ADA PERUBAHAN INSYA ALLAH MENYUSUL....

Selasa, 27 September 2011

MID SEMESTER DAN UJIAN PRAKTEK

BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM....

PENGUMUMAN MID SEMESTER
1. MATERI YANG DITESKAN :  PAI BAB 1 S.D IV
                                                   :  SURAT 'ABASA DARI AWAL SAMPAI AKHIR
2. BUKU CATATAN IBADAH   : DIKUMPULKAN PALING TELAT HARI SABTU TANGGAL 1        
                                                     OKTOBER 2011


UJIAN PRAKTEK
UJIAN PRAKTEK INSYAALLAH BULAN DESMBER 2011
MATERI YANG DITES  :  AL QUR'AN DAN IBADAH
AL QUR'AN                   : JUZ 30
IBADAH                         :  WUDHU S.D DZIKIR  DAN DAURAH JENAZAH

KALAU ADA PERUBAHAN INFORMASI   MANYUSUL

WASSALAAM

Kamis, 25 Agustus 2011

THR KELAS 6 A,B,C,D DAN E

BISMILILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM


1. MEMBACA AL QUR'AN SETIAP HARI MNIMAL 2 X SEHARI
2. SHALAT WAJIB 5 WAKTU DENGAN SHALAT RAWATIBYA
3. MENGERJAKAN AMALAN SHALEH ( CONTOH MEMBANTU ORTU: MENCUCI, MASAK DLL)
4. MENGHAFAL AL QUR'AN DARI AN-NAS S.D 'ABASA ( TGL 14 ULANGAN /SETOR)
5. BUATLAH SEBUAH RINGKASAN PENGALAMAN KALIAN TENTANG SHAUM DI BULAN RAMADHAN TAHUN 1432 H. DARI AWAL SAMPAI AKHIR ISINYA: TARAWIH, SAHUR, I'TIKAF. IFTHAR JAMA'I ( BUKBER ). TULIS DI KERTAS HVS ATAU DI EMAILKAN KE kangsyihab@gmail.com  MINIMAL 3 HALAMAN.

POIN 1S.D 4 TULIS DI BUKU CATATAN AMAL IBADAH

INGAT ALLAH MAHA MELIHAT......
DAN SETIAP KEBOHONGAN MAKA TIDAK AKAN MENDATANGKAN KEBAIKAN....

LIBURANYA......JGN LUPA SHALAT DAN OLE2.....HEHEHEHE.....

Senin, 30 Mei 2011

CARA MENGHAFAL AL - QUR'AN




I. Sistem Fardhi
Ikuti langkah berikut dengan baik:
  1. Tenang dan tersenyumlah, jangan tegang
  2. Bacalah ayat yang akan dihafal hingga terbayang dengan jelas kedalam pikiran dan hati
  3. Hafalkan ayat tersebut dengan menghafalkan bentuk tulisan huruf-huruf dan tempat-tempatnya
  4. Setelah itu pejamkan kedua mata dan
  5. Bacalah dengan suara pelan lagi konsentrasi (posisi mata tetap terpejam dan santai)
  6. Kemudian baca ayat tersebut dengan suara keras (posisimata tetap terpejam dan jangan tergesa-gesa)
  7. Ulangi sampai 3x atau sampai benar-benar hafal
  8. Beri tanda pada kalimat yang dianggap sulit dan bermasalah (garis bawah/distabilo)
  9. Jangan pindah kepada hafalan baru sebelum hafalan lama sudah menjadi kuat
Penggabungan ayat-ayat yang sudah dihafal
Setelah anda hafal ayat pertama dan kedua jangan pindah kepada ayat ketiga akan tetapi harus digabungkan terlebih dahulu antara keduanya dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini :
  1. Bacalah ayat pertama dan kedua sekaligus dengan suara pelan lagi konsentrasi
  2. Kemudian bacalah keduanya dengan suara keras lagi konsentrasi dan tenang
  3. Ulangi kedua ayat tersebut minimal 3x sehingga hafalan benar-benar kuat. Begitulah seterusnya, pada tiap-iap dua tambahan ayat baru harus digabungkan dengan ayat sebelumnya sehingga terjadi kesinambungan hafalan
  4. Mengulang dari ayat belakang ke depan. Dan dari depan ke belakang
  5. Semuanya dibaca dengan suara hati terlebih dahulu kemudian dengan suara keras (mata dalam keadaan tertutup)
  6. Begitu seterusnya. Setiap mendapatkan hafalan baru, harus digabungkan dengan ayat/halaman/juz sebelumya.
II. Sistem Jama’i
Sistem ini menggunakan metode baca bersama, yaitu dua/tiga orang (partnernya) membaca hafalan bersama-sama secara jahri (keras) dengan:
  • Bersama-sama baca keras
  • Bergantian membaca ayat-an dengan jahri. Keika partnernya membaca jahr dia harus membaca khafi (pelan) begitulah seterusnya dengan gantian.
Sistem ini dalam satu majlis diikuti oleh maksimal 12 peserta, dan minimal 2 peserta. Settingannya sebagai berikut:
A. Persiapan :
1.      Peserta mengambil tempat duduk mengitari ustadz/ustadzah
2.      Ustadz/ustadzah menetapkan partner bagi masing-masing peserta
3.      Masing-masing pasangan menghafalkan bersama partnernya sayat baru dan lama sesuai dengan instruksi ustad/ustadzah
4.      Setiap pasangan maju bergiliran menghadap ustad/ustadzah untuk setor halaman baru dan muroja’ah hafalan lama
B. Setoran ke ustadz / ustadzah :
1. Muroja’ah: 5 halaman dibaca dengan sistem syst-an (sistem gantian). Muroja’ah dimulai dari halaman belakang (halaman baru) kearah halaman lama
2. Setor hafalan baru:
·         Membaca seluruh ayat-ayat yang baru dihafal secara bersama-sama
·         Bergiliran baca (ayatan) dengan dua putaran. Putaran pertama dimulai dari yang duduk disebelah kanan dan putaran kedua dimulai dari sebelah kiri.
·         Membaca bersama-sama lagi, hafalan baru yang telah dibaca secara bergantian tadi.
3. Muroja’ah tes juz 1, dengan sistem acakan (2-3x soal). Dibaca bergiliran oleh masing-masing pasangan.

Ketika peserta sendirian tidak punya partner, atau partnernya sedang berhalangan hadir, maka ustad wajibmenggabungkannya dengan kelompok lain yang kebetulan juz, halaman dan urutannya sama, jika hafalannya tidak sama dengan kelompok lain maka ustad hendaknya menunjuk salah seorang peserta yang berkemampuan untuk suka rela menemani.
C. Muroja’ah ditempat :
1.      Kembali ketempat semula.
2.      Mengulang bersama-sama seluruh bacaan yang disetorkan baik muroja’ah maupun hafalan baru, dengan sistem yang sama dengan setoran
3.      Menambah hafalan baru bersama-sama untuk disetorkan pada pertemuan berikutnya
4.      Jangan tinggalkan majlis sebelum mendapat izin ustadz/ustadzah.

Minggu, 01 Mei 2011

" MENGHAFAL AL QUR'AN "

Keutamaan Menghafal Al Qur’an

Mengenai keutamaan menghafal Al Qur’an, banyak sekali hadits yang menjelaskannya, diantaranya: Pertama, Al Qur’an akan menemani orang yang menghafalnya taktala keluar dari kubur. Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, Rasulullah Saw bersabda: “Pada hari kiamat nanti, Al Qur’an akan menemui penghafalnya ketika penghafal itu keluar dari kuburnya. Al Qur’an akan berwujud seseorang dan ia bertanya kepada penghafalnya: “Apakah anda mengenalku?”. Penghafal tadi menjawab; “saya tidak mengenal kamu.” Al Qur’an berkata; “saya adalah kawanmu, Al Qur’an yang membuatmu kehausan di tengah hari yang panas dan membuatmu tidak tidur pada malam hari. Sesungguhnya setiap pedagang akan mendapat keuntungan di belakang dagangannya dan kamu pada hari ini di belakang semua dagangan. Maka penghafal Al Qur’an tadi diberi kekuasaan di tangan kanannya dan diberi kekekalan ditangan kirinya, serta di atas kepalanya dipasang mahkota perkasa. Sedang kedua orang tuanya diberi dua pakaian baru lagi bagus yang harganya tidak dapat di bayar oleh penghuni dunia keseluruhannya. Kedua orang tua itu lalu bertanya: “kenapa kami di beri dengan pakaian begini?”. Kemudian di jawab, “karena anakmu hafal Al Qur’an. “Kemudian kepada penghafal Al Quran tadi di perintahkan, “bacalah dan naiklah ketingkat-tingkat syurga dan kamar-kamarnya.” Maka ia pun terus naik selagi ia tetap membaca, baik bacaan itu cepat atau perlahan (tartil).

Kedua, Al Hakim meriwayatkan hadits yang menunjukkan bahwa para pembelajar dan penghafal al Qur’an kelak di hari kiamat akan mendapatkan pakaian dari cahaya. Rasulullah Saw bersabda: “Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikanlah mahkota dari cahaya pada hari kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini: dijawab: “Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.”

Ketiga, Allah tidak akan menyiksa hati orang yang menghafal Al Qur’an. Rasulullah Saw bersabda: ”Bacalah Al Qur’an karena Allah tidak akan menyiksa hati orang yang hafal Al Qur’an. Sesungguhanya Al Qur’an ini adalah hidangan Allah, siapa yang memasukkanya ia akan aman. Dan barangsiapa yang mencintai Al Qur’an maka hendaklah ia bergembira.”

Keempat, orang yang menghafal Al Qur’an akan mendapatkan keistimewan dari Allah Swt. Dari Anas ra, ia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya Allah itu mempunyai ‘keluarga’ yang terdiri dari manusia.” Kemudian Anas berkata lagi, “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah. Baginda menjawab: “Ia itu ahli Qur’an (orang yang membaca atau menghafal Al- Qur’an dan mengamalkan isinya). Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah.”

Tips Menghafal Al Qur’an

Hal yang mesti dilakukan pertama kali saat kita mau menghafalkan Al Qur’an adalah memperbaiki niat, tujuan dan bersungguh-sungguh menghafal Al-Quran hanya karena Allah Swt dan mengharap keridhaan-Nya. Tidak ada pahala bagi siapa saja yang membaca Al-Quran dan menghafalnya karena tujuan keduniaan, misalnya karena riya’ atau sum’ah (ingin didengar orang), yang bakal menjerumuskan pelakunya kepada dosa.

1. Dorongan dari diri sendiri, bukan karena terpaksa. Ini adalah asas bagi setiap orang yang berusaha untuk menghafal Al Qur’an. Sesungguhnya siapa yang mencari kelezatan dan kebahagiaan ketika membaca Al Qur’an maka dia akan mendapatkannya.

2. Membenarkan ucapan dan bacaan. Hal ini tidak akan tercapai kecuali dengan mendengarkan
dari orang yang baik bacaan Al-Qur’annya atau dari orang yang hafal Al-Qur’an. Rasulullah Saw sendiri mengambil Al-Qur’an dari Jibril As secara lisan. Setahun sekali pada bulan Ramadhan secara rutin Malaikat Jibril menemui beliau untuk murajaah (mengecek) hafalan beliau. Pada tahun Rasulullah Saw diwafatkan, Jibril menemui beliau sampai dua kali. Para shahabat juga belajar Al-Quran dari Rasulullah secara lisan. Demikian pula generasi-generasi terbaik setelah mereka. Pada masa sekarang dapat dibantu dengan mendengarkan kaset-kaset murattal yang dibaca oleh qari’ yang baik dan bagus bacaannya. Wajib bagi penghafal Al Qur’an untuk tidak menyandarkan kepada dirinya sendiri dalam hal bacaan Al Qur’an dan tajwidnya.

3. Membuat target hafalan setiap hari. Misalnya menargetkan sepuluh ayat setiap hari atau satu halaman, satu hizb, seperempat hizb atau bisa ditambah/dikurangi dari target tersebut sesuai dengan kemampuan. Yang jelas target yang telah ditetapkan sebisa mungkin untuk dipenuhi.

4. Membaguskan hafalan. Tidak boleh beralih hafalan sebelum mendapat hafalan yang sempurna. Hal ini dimaksudkan untuk memantapkan hafalan di hati. Dan yang demikian dapat dibantu dengan mempraktekkannya dalam setiap kesibukan sepanjang siang dan malam.

5. Menghafal dengan satu mushaf. Hal ini dikarenakan manusia dapat menghafal dengan melihat sebagaimana bisa menghafal dengan mendengar. Dengan membaca/melihat akan terbekas dalam hati bentuk-bentuk ayat dan tempat-tempatnya dalam mushaf. Bila orang yang menghafal Al-Quran itu merubah/mengganti mushaf yang biasa ia menghafal dengannya maka hafalannya pun akan berbeda-beda pula dan ini akan mempersulit dirinya.

6. Memahami adalah salah satu jalan untuk menghafal. Di antara hal-hal yang paling besar/dominan yang dapat membantu untuk menghafal Al-Quran adalah dengan memahami ayat-ayat yang dihafalkan dan juga mengenal segi-segi keterkaitan antara ayat yang satu dengan ayat yang lainnya.

Oleh sebab itu seharusnyalah bagi penghafal Al-Quran untuk membaca tafsir dari ayat-ayat yang dihafalnya, untuk mendapatkan keterangan tentang kata-kata yang asing atau untuk mengetahui sebab turunnya ayat atau memahami makna yang sulit atau untuk mengenal hukum yang khusus. Ada beberapa kitab tafsir yang ringkas yang dapat ditelaah oleh pemula seperti Tafsir Jalalain. Setelah memiliki kemampuan yang cukup, untuk meluaskan pemahaman dapat menelaah kitab-kitab tafsir yang berisi penjelasan yang panjang seperti Tafsir Ibnu Katsier dan Tafsir Ath-Thabari. Wajib pula menghadirkan hatinya pada saat membaca Al-Quran.

7. Tidak pindah ke surat lain sebelum hafal benar surat yang sedang dihafalkan. Setelah sempurna satu surat dihafalkan, tidak sepantasnya berpindah ke surat lain kecuali setelah benar benar sempurna hafalannya dan telah kokoh dalam dada.

8. Selalu memperdengarkan hafalan (disimak oleh orang lain). Orang yang menghafal Al Qur’an tidak sepantasnya menyandarkan hafalannya kepada dirinya sendiri. Tetapi wajib atasnya untuk memperdengarkan kepada seorang hafidz atau mencocokkannya dengan mushaf. Hal ini dimaksudkan untuk mengingatkan kesalahan dalam ucapan, atau syakal ataupun lupa.

Banyak sekali orang yang menghafal dengan hanya bersandar pada dirinya sendiri, sehingga terkadang ada yang salah/keliru dalam hafalannya tetapi tidak ada yang memperingatkan kesalahan tersebut.

9. Selalu menjaga hafalan dengan murajaah. Rasulullah Saw bersabda, “Jagalah benar-benar Al-Quran ini, demi Yang jiwaku berada di Tangan-Nya, Al-Quran lebih cepat terlepas daripada onta yang terikat dari ikatannya.” Maka seorang yang menghafal Al-Quran bila membiarkan hafalannya sebentar saja niscaya ia akan terlupakan. Oleh karena itu hendaknya hafalan Al-Quran terus diulang setiap harinya. Bila ternyata hafalan yang ada hilang dalam dada tidak sepantasnya mengatakan: “Aku lupa ayat (surat) ini atau ayat (surat) itu.”Akan tetapi hendaklah mengatakan: Aku dilupakan.

10. Bersungguh-sungguh dan memperhatikan ayat yang serupa. Khususnya yang serupa/hampir serupa dalam lafadz, maka wajib untuk memperhatikannya agar dapat hafal dengan baik dan tidak tercampur dengan surat lain.

11. Mencatat ayat-ayat yang dibaca/dihafal. Ada baiknya penghafal Al Qur’an menulis ayat-ayat yang sedang dibaca/dihafalkannya, sehingga hafalannya tidak hanya di dada dan di lisan tetapi ia juga dapat menuliskannya dalam bentuk tulisan. Berapa banyak penghafal Al-Quran yang dijumpai, mereka terkadang hafal satu atau beberapa surat dari Al-Quran tetapi giliran diminta untuk menuliskan hafalan tersebut mereka tidak bisa atau banyak kesalahan dalam penulisannya.

12. Memperhatikan usia yang baik untuk menghafal. Usia yang baik untuk menghafal kira-kira dari umur 5 tahun sampai 25 tahun. Wallahu a’lam dalam batasan usia tersebut. Namun yang jelas menghafal di usia muda adalah lebih mudah dan lebih baik daripada menghafal di usia tua. Pepatah mengatakan: Menghafal di waktu kecil seperti mengukir di atas batu, menghafal di waktu tua seperti mengukir di atas air.

Hal-Hal yang Menghalangi Hafalan

Setelah kita mengetahui beberapa kaidah dasar untuk menghafal Al-Quran maka sudah sepantasnya bagi kita untuk mengetahui beberapa hal yang menghalangi dan menyulitkan hafalan agar kita dapat waspada dari penghalang-penghalang tersebut. Diantaranya:
1. Banyaknya dosa dan maksiat. Sesungguhnya dosa dan maksiat akan melupakan hamba terhadap Al-Quran dan terhadap dirinya sendiri. Hatinya akan buta dari dzikrullah.
2. Tidak adanya upaya untuk menjaga hafalan dan mengulangnya secara terus-menerus. Tidak mau memperdengarkan (meminta orang lain untuk menyimak) dari apa-apa yang dihafal dari Al-Quran kepada orang lain.
3. Perhatian yang berlebihan terhadap urusan dunia yang menjadikan hatinya tergantung dengannya dan selanjutnya tidak mampu untuk menghafal dengan mudah.
4. Berambisi menghafal ayat-ayat yang banyak dalam waktu yang singkat dan pindah ke hafalan lain sebelum kokohnya hafalan yang lama. Kita mohon pada Allah Swt semoga Dia mengkaruniakan dan memudahkan kita untuk menghafal kitab-Nya, mengamalkannya serta dapat membacanya di tengah malam dan di tepi siang.